AFP PHOTO/ STR
Polisi India menahan seorang aktivis Tibet yang berdemonstrasi di luar Hotel Oberoi, tempat Presiden China Hu Jintao menginap selama berada di New Delhi, India, Jumat (30/3/2012).
Dengan kejadian itu, hingga kini tercatat 51 orang membakar diri sejak tahun 2009, kata Free Tibet, sebuah organisasi hak asasi manusia yang berbasis di London, Selasa (28/8/2012).
Kelompok itu mengatakan, seorang biarawan remaja bernama Lobsang Kalsang (18) dan mantan biarawan, Damchoek (17) membakar diri di luar Biara Kirti di distrik Aba, Provinsi Sichuan, Senin (27/8/2012). Keduanya meninggal sehari setelah dibawa ke rumah sakit oleh pihak berwajib China, papar Free Tibet.
Mengutip sejumlah saksi mata, Free Radio Asia melaporkan kedua remaja itu meneriakkan slogan yang mengecam kebijakan China di Tibet.
Dalam pernyataannya, direktur Free Tibet Stephanie Brigden mengatakan, para pemimpin internasional mengabaikan hak-hak mendasar rakyat Tibet karena lebih mengkhawatirkan hubungan dengan China.
"Sudah saatnya bagi setiap orang untuk berbicara dan menuntut kebebasan Tibet,"
Free Tibet mengatakan, Damchoek merupakan saudara lelaki Tenzin Choedon, biarawati remaja yang membakar diri pada Februari lalu.
Tidak ada keterangan dari rumah sakit yang merawat kedua remaja itu. Biara Kirti juga bungkam, sementara pihak berwenang menolak berkomentar tentang laporan pembakaran diri itu.
China menuduh Dalai Lama memprovokasi aksi protes-protes semacam itu. Dalai Lama sendiri mengecam aksi bakar diri, seperti umat Buddha lainnya yang meyakini tindakan seperti itu bertentangan dengan iman mereka.
0 komentar:
Post a Comment