Istri yang tetap langsing dan bisa menjaga penampilannya berpengaruh positif terhadap kelanggengan pernikahan. Setidaknya, itulah yang pernah disimpulkan dalam penelitian selama 4 tahun terhadap ratusan pasangan menikah di bawah usia 35 tahun oleh para peneliti University of Tennessee.
Tim FIMELA.com pun bertanya pada beberapa perempuan tentang hubungan pernikahan mereka, dari yang baru hingga sudah belasan tahun menikah. Beragam reaksi didapat. Poin kedua, pernikahan akan langgeng dan bahagia ketika istri menjaga penampilan dengan baik, memang masuk akal. Sisi positifnya, ketika perempuan bisa merawat dirinya dengan baik, mereka pun berpeluang sukses mengurusi keluarga, termasuk memenuhi kebutuhan suami yang menginginkan pasangannya tetap menarik baginya.
“Sebelum menikah aku hobi banget merawat tubuh, dari perawatan sendiri sampai rutin ke salon. Setelah menikah semua berubah, banyak waktu tersita untuk pekerjaan, suami, dan anak. Tiba-tiba kagetlah melihat kulit kering, flek hitam di wajah, lemak di beberapa bagian tubuh. Malu sendiri sama suami. Dia nggak pernah protes sih, tapi setelah aku merawat tubuh lagi, suami baru bilang kalau dial lebih senang melihat aku sekarang, makin cantik dan fresh, jadi nggak membosankan,” Christine, 35 tahun, entrepreneur, menanggapi.
“Ibu saya justru yang sering berpesan agar saya tetap rajin berdandan walau sudah berumah tangga. Bukan untuk menarik perhatian orang seperti saat lajang dulu, melainkan agar suami tetap menghargai saya. Ibarat ‘sesuatu’ milik seseorang yang terus terjaga kualitas, juga kemasannya, pasti akan membuat pemiliknya makin suka. Dan tidak menutup kemungkinan orang lain yang melihat juga ikut mengagumi ‘sesuatu’ itu. Ada kebanggaan atau gengsi tersendiri bagi pasangan,” timpal Norma, 28 tahun, ibu rumah tangga.
Lalu, kami pun mundur selangkah ke poin pertama, tentang kelanggengan pernikahan istri yang lebih langsing ketimbang suami. Ke mana cinta yang katanya apa adanya itu?
Rosi, 32 tahun, supervisor, angkat bicara, “Siap membangun rumah tangga artinya siap juga menerima segalanya dari pasangan, termasuk perubahan bentuk tubuh yang sudah sangat umum terjadi. Wajar kalau masing-masing makin terlihat makmur. Jadi, nggak ada masalah dengan bentuk tubuh. Aku menerima pasanganku yang naik 15 kg setelah 5 tahun menikah denganku, dia pun juga menerimaku yang makin lebar setelah dua kali melahirkan. Ini bagian dari proses dan kami menikmatinya. Tetap langgeng, tuh.”
0 komentar:
Post a Comment